I La Galigo: Menurut naskah NBG 188, Jilid 1 [4]

1 Kita bukanlah dewata, Adinda, apabila tak satu pun orang
di kolong langit menyeru tuan kepada batara.”
Menjawab Datu Palingéq,
“Mengapa gerangan, Aji Patotoq,
5 jika engkau bermaksud
menurunkan tunas ke dunia,
siapa gerangan yang berani membantahmu?”
Alangkah gembira Patotoqé karena menurunkan tunas ke bumi
diiakan oleh wanita belaiannya.
10 Berkata Palingéqé,
“Alangkah baiknya, Aji Patotoq,
jika engkau mengutus orang ke Toddang Toja
mengundang saudara kita
mengajak semua kemari
15 sepupu sekali dan kemanakan kita,
datang ke sini berkumpul
dari Toddang Toja dan dari Boting Langiq
pada istana sao kuta pareppaqé
agar kita duduk berhimpun.
20 Apabila mereka setuju kita tempatkan keturunan di bumi.”
Belum selesai ucapan Datu Palingéq
berpaling sambil berkata Patotoqé,
“Turun ke bumilah engkau, Rukkelleng Mpoba,
beserta Ruma Makompong
25 mengundang kemari adikku Sinaung Toja suami-istri.
Panggil pula sepupu sekaliku To Bala Unynyiq.
Hendaknya ia menyesuaikan
dengan delapan malam terbitnya bulan,
kedatangannya pada hari pasar di Boting Langiq.
30 Berangkat juga engkau ke barat ke Senrijawa
mengundang kemanakanku Sennéq Batara
agar suami-istri menghadiri pesta.
Tiada dilalui makanan tenggorokannya
yang tak mau datang ke istana sao kuta pareppaqé.”
35 Belum selesai ucapan Patotoqé,
berangkatlah semua para utusan
pergi membawa undangan ke negeri asing.
Terpancarlah pergi para utusan.
Rukkelleng Mpoba pun memerintahkan
40 agar dicabut palang
penutup pintu batara guntur,

コメントする

メールアドレスが公開されることはありません。