I La Galigo: Menurut naskah NBG 188, Jilid 1 [13]

1 “Bagaimanalah daku akan singgah bermalam, ananda,
sebab tergesa-gesa keberangkatanku,
sudah lewat pula hari yang ditentukan oleh orang tuamu.”
Maka berangkat lagi Opu Samudda bersama rombongan,
5 dibukakan penutup langit
tiba di wilayah Wawo Unruq.
Kebetulan sekali kemanakannya
sedang keluar ke gelanggang
mengumpulkan para pengawal andalannya.
10 Menyembah sambil berkata La Rumpang Mégga,
“Kur semangatmu, Paduka Raja nan agung,
singgahlah kemari di wilayahmu
istirahat di istanamu
bersantap aneka makanan orang Rualletté
15 yang tak dipanggang di atas api,
nanti setelah terbit matahari
kita beriring naik ke Rualletté.”
Serentak keduanya berkata
Opu Samudda suami-istri,
20 “Tak enak perasaanku
untuk bersantap di wilayahmu,
sebab tergesa-gesa keberangkatanku.
Nanti bila aku di istananya
Batara Wira yang memperanakkanmu,
25 Batara Déwi yang melahirkanmu
akan kumakan aneka makanan orang Senrijawa.”
Berangkat lagi penguasa telaga
tiba dibukakan pintu langit,
sampai memasuk wilayah Rualletté.
30 Dilihatnyalah istana sao kuta pareppaqé
istana sempurna kediaman saudaranya.
Maka gembiralah Sri Paduka
memasuki batas wilayah
pagar halilintar bersama rombongan.
35 Maka serempak bangkit Paddengngengngé, Pérésolaé,
To Alebboreng, Pulakalié,
I La Sualang, I La Bécociq,
penjaga pagar guruh
istana petir kediaman Patotoqé
40 sama menghambat, tiada memperkenankan
memasuki pagar istana petir

コメントする

メールアドレスが公開されることはありません。